ARTIKEL

Sabtu, 08 Juni 2013 | Dibaca 1153 kali | Kembali

SUKA DUKA MENJADI SYSTEM ENGINER

Bagi kamu yang tertarik bekerja di kancah TI, pasti sudah enggak asing lagi dengan profesi bernama Systems Engineer.

 

TeKnIk kOmPuTeR dAn JaRinGaN (TKJ) SMK BPI, merupakan Kompetensi keahllian yang cocok untuk mengisi posisi ini.

 

Dialah yang melaksanakan implementasi infrastruktur TI di suatu perusahaan dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari perencanaan, implementasi, hingga perawatan atau maintenance infrastruktur TI, digarap olehnya. Menginstal server, memasang perangkat rack, storage, backup, firewall, router, modem, dan berbagai perangkat TI lainnya merupakan pekerjaan yang sering dilakoni oleh seorang Systems Engineer.

 

Sebaiknya kalau kamu ingin berkarier di bidang ini, bekerjalah di perusahaan TI. Kenapa? Karena kamu akan memperoleh banyak pengalaman dengan mengimplementasikan berbagai infrastruktur TI di perusahaan pelanggan. Alhasil, kamu bisa belajar banyak tentang berbagai macam platform seperti Windows, Linux, Unix, dan AS/400. Pun kamu dapat belajar perihal Messaging System, Firewall, Database Server, Network Management, Portal, ERP, dan berbagai aplikasi perusahaan lainnya.


Sampai 5 Juta

Sudah tahu job description-nya, sekarang mari bicara soal upah. Gaji seorang Systems Engineer, yang memiliki pengalaman kerja 1 hingga 2 tahun, berkisar 3 juta rupiah. Kalau pengalaman kamu lebih dari 3 tahun, upah yang digaet bisa mencapai 4-5 juta rupiah. Sudah punya sertifikasi internasional? Wah, kamu bisa meminta gaji yang lebih tinggi lagi.

 

Tapi, harap diingat, besar-kecilnya standar gaji perusahaan satu dengan lainnya bisa berbeda. Lazimnya sih, upah yang ditawarkan oleh perusahaan nasional lebih kecil dibandingkan perusahaan multinasional.

 

Berdasarkan pengalaman penulis, kenaikan gaji tidak akan begitu signifikan jika kamu masih berada di perusahaan yang sama. Meskipun setiap tahun gaji kamu naik, besarnya enggak seberapa. Jadi, kalau kepingin gaji yang lebih gede, sampai dua atau tiga kali lipat misalnya, kamu kudu melamar ke perusahaan lain tentunya berbekal pengalaman, keahlian, sertifikasi, dan ijazah.


Menguasai OS

Keahlian dasar yang perlu kamu miliki sebagai seorang Systems Engineer adalah sistem operasi jaringan. Kamu mesti menguasai cara menginstal dan mengonfigurasikan OS Windows, Linux, dan UNIX. Untuk Windows, kamu kudu menguasai Windows 2000 Server, Windows Server 2003 R2, dan Windows Server 2008. Sedangkan untuk sistem operasi Linux, paling tidak kamu harus menguasai RedHat, Fedora, CentOS, Ubuntu, dan Suse Linux. Umumnya sih, jika sudah menguasai satu Linux, kamu akan lebih mudah pindah ke distro Linux lainnya. Sistem operasi UNIX, yang mirip Linux, memiliki beberapa varian di antaranya Solaris, IBM AIX, HP/UX, dan SCO. Cukup satu saja yang kamu kuasai, sisanya kemudian bisa dipelajari sendiri.

 

Selain sistem operasi, kamu juga mesti menguasai aplikasi enterprise lainnya seperti Desktop Management dan Systems Management. Beberapa aplikasi yang termasuk kategori ini adalah HP Open View, Symantec Altiris, LAN Desk, Fujitsu System Walker, dan Microsoft Systems Center. Aplikasi Antivirus serta Messaging System seperti Microsoft Exchange Server dan Lotus Domino juga kudu kamu taklukkan.

 

Keahlian lainnya yang harus kamu “pegang” adalah perangkat firewall dan proxy server. Firewall, bak tembok raksasa Cina, berfungsi untuk menghalau serangan dari jaringan eksternal ke dalam. Sedangkan proxy berguna mempercepat akses Internet di jaringan LAN.

 

Kedua perangkat ini bisa berbentuk box appliance maupun perangkat lunak yang diinstal di atas sistem operasi. Urusan perangkat lunak proxy dan firewall, Microsoft punya yang namanya ISA Server. Sedangkan soal perangkat keras firewall, ada Adaptive Security Appliance (ASA) keluaran Cisco. Selain itu, ada juga NetScreen yang dirilis oleh Juniper, Fortigate oleh Fortinet Inc., dan Watchguard. Sedangkan salah satu proxy yang berbentuk boks adalah Bluecoat.


Sertifikasi Internasional

Selain training dan pengalaman, nilai lebih seorang Systems Engineer adalah sertifikasi internasional. Nah, kalau kamu berminat, contoh sertifikasi yang bisa kamu ambil adalah Microsoft Certified Systems Administrator (MCSA) dan Microsoft Certified Systems Engineer (MCSE). Saat ini, sudah tersedia pula sertifikasi terbaru untuk Windows Server 2008 yakni Microsoft Certified Technology Specialists (MCTS) dan Microsoft Certified IT Professional (MCITP) Enterprise Administrator. Selain itu, sertifikasi lainnya yang layak kamu pertimbangkan adalah Linux, seperti RedHat Certified Engineer (RHCE), Linux+ dari CompTIA, Linux Certified Engineer (LCE), dan Linux Certified Administrator (LCA).

 

Untuk sistem operasi UNIX, kamu bisa mengambil sertifikasi internasional dari Sun Microsystems. Jika masih di level pemula, ambillah Sun Certified Solaris Associate (SCSAS). Tingkat selanjutnya adalah Sun Certified System Administrator (SCSA), dilanjutkan dengan Sun Certified Network Administrator (SCNA) dan Sun Certified Security Administrator (SCSECA) sebagai level tertinggi. Saran penulis, sebelum ikut ujian untuk mengambil sertifikasi apapun, ambillah training dulu dan kuasai beberapa kasus lapangan. Ini penting supaya hasil ujian sertifikasi kamu tidak sia-sia—maklum, biayanya cukup mahal.

 

Setelah memiliki pengalaman sekitar dua tahun sebagai Systems Engineer, silakan melamar pekerjaan lain untuk meningkatkan gaji atau meng-upgrade karier sebagai Project Manager. Jika pengalaman kamu meliputi IT Support sampai Systems Engineer dengan durasi 5 tahun, kamu juga bisa coba melamar pekerjaan sebagai IT Supervisor.

 

Working under Pressure

Sanggup bekerja di bawah tekanan begitu salah satu kriteria yang sering tertera di iklan lowongan kerja. Syarat ini juga berlaku untuk profesi Systems Engineer. Tekanan karena harus menyelesaikan implementasi suatu proyek TI mesti siap kamu hadapi. Saat sistem telah berjalan, tekanan yang dihadapi lain lagi. Jika sistem tiba-tiba bermasalah, user yang menggunakannya tentunya tidak senang, sehingga timbullah tekanan di departemen TI untuk memulihkannya.

 

Source : Nanang Sadikin (Tabloid PC plus)

Ditulis ulang dan ditambahkan oleh Ketua Program TKJ SMK BPI, Acep Komarudin , S.Si 


Diposting oleh SMK BPI